Duduk dikesendirian tanpa sepatah kata
diamini segelas kopi
ku sulut sebatang rokok
hanya alunan Noah yang selalu setia
menemani tanpa falfasah
Dan ku bersandar dan tersadar
dalam kesepian akan goresan-goresan tinta
aku hanyalah seorang pemimpi
dari sudut kota yang baru sebentuk lirih
Dan ketika ku buka
satu persatu goresan-goresan tinta
ku hanya mengelus dada
akan lontaran perih yang terus saja menusuk lara
diamini segelas kopi
ku sulut sebatang rokok
hanya alunan Noah yang selalu setia
menemani tanpa falfasah
Dan ku bersandar dan tersadar
dalam kesepian akan goresan-goresan tinta
aku hanyalah seorang pemimpi
dari sudut kota yang baru sebentuk lirih
Dan ketika ku buka
satu persatu goresan-goresan tinta
ku hanya mengelus dada
akan lontaran perih yang terus saja menusuk lara
Agus Giantoro | Kalipucang, 27 Januari 2013



0 komentar:
Posting Komentar