Luka ini ku tulis di pantai
mencoba untuk santai
emosi ini ku bunuh dengan nyanyian senja
diiringi gitar yang mencoba membahana
ku ciptakan tawa sederhana
bersama mereka
Awan mendung ku anggap pelangi
yang menghiasi caci maki seseorang yang mengaku nabi
ku siram saja mukanya dengan nada melawan
biar muncrat sekalian
Hujan ku anggap kawan
sampai malam memadu canda
dengan kebersamaan
dan ku tinggalkan belakang.
Agus Giantoro | Warung Komunitas, 25 November 2014



0 komentar:
Posting Komentar